News

Trump Peringatkan Netanyahu, Israel Bisa Hadapi Iran Tanpa Dukungan AS

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel berpotensi menghadapi Iran sendirian apabila kembali melanjutkan aksi militer terhadap negara tersebut.

Dalam wawancara melalui telepon dengan media daring Axios pada Senin (8/6), Trump mengatakan Israel memberikan pemberitahuan yang sangat terlambat kepada Washington terkait serangan yang dilancarkan pada Minggu (7/6).

Menurut Trump, serangan itu sempat mulai dijalankan, namun pada akhirnya berhasil dibatasi setelah adanya intervensi dari pihak Amerika Serikat.

Laporan Axios menyebutkan Trump kemudian menghubungi Netanyahu pada Minggu malam waktu setempat dan meminta pemimpin Israel itu untuk tidak melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.

Dalam percakapan tersebut, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan sehingga serangan tambahan tidak diperlukan.

Namun, menurut sumber Israel yang mengetahui isi pembicaraan itu, Trump juga menyebut bahwa apabila kesepakatan dengan Iran gagal tercapai, maka dirinya akan memimpin langsung langkah militer terhadap Teheran.

Meski demikian, pada Senin, Netanyahu dikabarkan memberi tahu Gedung Putih bahwa Israel akan kembali melakukan serangan apabila dianggap diperlukan demi kepentingan keamanan negaranya.

Sementara itu, Iran dan Israel pada Senin mengindikasikan adanya penghentian sementara aksi saling serang setelah serangkaian serangan balasan yang terjadi sejak Minggu malam.

Eskalasi tersebut menjadi yang paling serius sejak tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak pada April lalu.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan masih tingginya ketegangan di kawasan Timur Tengah, meskipun upaya diplomasi untuk meredam konflik terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: